Showing posts with label Geologi Batubara. Show all posts
Showing posts with label Geologi Batubara. Show all posts
Friday, 7 February 2014
Pengaruh patahan pada penambangan Batubara
① Keterbatasan fleksibiltas dalam penambangan
Semakin tingginya tingkat mekanisasi di tambang (penggalian & transportasi), maka semakin sulit untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi lapisan batubara.
② Berkurangnya daerah penggalian
Efek akibat daerah tanpa batubara & daerah berformasi rumit akibat patahan. Daerah berformasi rumit akibat patahan dapat memiliki jangkauan dari 10m sampai lebih dari 100m. Jangkauan pengaruh patahan naik umumnya lebih luas bila dibandingkan patahan normal.
③ Pengaruh ke penambangan Underground
Bagus tidaknya kondisi batuan atap berpengaruh besar pada lapangan yang termekanisasi.
Memburuknya kondisi atap akibat patahan akan sangat membatasi penggalian.
④ Keluarnya gas dan air pada tambang dalam
Batubara dalam kondisi remuk akibat adanya patahan akan menyebabkan terbentuknya “kantong gas”, yang dikhawatikan dapat menimbulkan semburan gas. Patahan juga dapat menjadi semacam kran air yang dapat menyebabkan keluarnya air dalam jumlah besar.
Underground Mine dan Geologi
- Yang dianalisa adalah
- Kondisi lapisan batubara (ketebalan, luas sebaran lapisan, kedalaman, strike & dip)
- Struktur geologi (lipatan, patahan, washout, burried hill, dll)
- Kualitas batubara (sulfur, abu, kalori, dll)
- Kondisi batuan antar lapisan (parting) -> tingkat recovery
- Karakteristik atap dan lantai lapisan batubara
- Arah dan besar tekanan batuan
- Kondisi sebaran batuan beku
- Sifat swabakar lapisan batubara
- Kondisi ketersimpanan gas dan air
Perbedaan Eksplorasi Tambang Open Cut dengan Underground
Ketebalan lapisan yang ditambang(working thickness)
- Pada tambang dalam,apabila ketebalan lapisan batubara nya lebih dari 3 m, diperlukan metode penambangan khusus seperti penambangan dengan metode slicing, caving, hidrolik mining dsb
- Atau melakukan penambangan dengan menetapkan ketebalan yang akan ditambang.Dalam hal ini perlu mempertimbangkan kondisi lapisan diatas dan bawah nya serta kondisi kualitas batubara disetiap lapisan (ply) untuk menentukan berapa ketebalan yang akan ditambang.
Ply adalah bagian yang murni batubara saja pada sebuah lapisan batubara (dalam gambar kiri, yang dimaksud ply adalah bagian yang tebalnya 0.34, 0.45, 0.38)
Pengaruh patahan
• Kondisi sesar normal
- Dapat dilakukan diwilayah yang tanpa ada batu bara(Pengaruhnya sebesar patahan yang besar,patahan dengan kemiringan yang tajam.
• Kondisi sesar naik
- Secara teori volume batu bara bertambah
- Tetapi,Pada penambangan under ground,khususnya penambangan dibagian bawah jadi tidak dapat ditambang dikarenakan banyak lapisan batubara yang rapuh.
- Jika patahan kecil, pengaruh sedikit
- Jika dalam batas kedalaman penambangan, stripping rasio tidak berubah
2. Untuk Underground
- Walau fault kecil pun, ada kemungkinan pengaruh pada penambangannya besar
Subscribe to:
Posts (Atom)